Soal MAnajemen Pendidikan



Nama: Ade Novita Sari Hutabarat
NPM: 1802040048
Kelas : 2A pagi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

1. Tuliskan 3 defensisi tentang Manajemen Peserta Didik, dua dari ahli(sebutkan sumbernya) dan satu defenisi dari diri sendiri?
Jawab:
Menurut Husaini Usman dalam buku The Handbook of Education Management manajemen pendidikan adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara.
Menurut Handari Nawawi (1983: 11) dalam buku The Handbook of Education Management manajemen pendidikan adalah ilmu terapan dalam bidang pendidikan yang merupakan rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal.
Dari pendapat ahli tersebut saya menyimpulkan bahwa manajemen adalah seni atau ilmu terapan dalam pendidikan demi mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan baik di lembaga pendidikan formal ataupun non-formal.
2. Bagaimana proses pengelolaan pendaftaran siswa baru yang baik menurut Anda?
Jawab:
a. Mengisi formulir pendaftar
b. Menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi
c. Menanyakan apakah informasi yang diberi sudah jelas atau belum
d. Menanyakan adakah informasi yang ingin ditanyakan lebih rinci?
e. calon pendaftar menerima surat bukti pendaftaran.
f. Melakukan pendaftaran ulang bagi siswa yang sudah diterima. Pendaftaran ulang ini diperlukan untuk mendata kembali siswa yang benar-benar ingin masuk ke tahun ajaran baru. Pendaftaran ulang dilakukan untuk mengetahui adakah dari siswa yang diterima tapi mengundurkan diri.
3. Bagaimana cara membangun disiplin siswa?
Jawab:
a. Membuat kesepakatan dengan siswa dan memberi hukuman bagi yang melanggar.
b. Mencontohkan sikap disiplin kepada siswa. Bagaimana bisa kita menyuruh siswa disiplin jika kita tidak bersikap disiplin, jadi kita juga harus mencontohkannya kepada siswa.
c. Memberi gambaran yang memotivasi.

4. Bagaimana pelaksanaan manajemen siswa di Indonesia dan bandingkan dengan dunia internasional?
Jawab:
Pelaksanaan manajemen siswa di Indonesia berdasarkan buku Manajemen Pendidikan Masa Kini : 1. melaksanakan seleksi penerimaan siswa baru berdasarkan minat dan bakat, 2. membentuk struktur organisasi osis, dengan kegiatan pemilu osis, 3. meningkatkan prestasi siswa dalam lomba keterampilan siswa, sanggar seni, olimpiade dan lain-lain, 4. meningkatkan permintaan rekrutmen tamatan dari dunia usaha dan industri. Sedangkan
Pelaksanaan manajemen siswa di dunia internasional berdasarkan artikel yang dimuat dalam blog bombastis tentang perbedaan mendasar sistem pendidikan di Indonesia dan luar negeri: 1. Tidak mengurangi masa bermain anak-anak. Di Indonesia anak-anak sudah mulai belajar sejak usia dini hal ini disebabkan ada persyaratan khusus ketika sang anak masuk sekolah dasar, minimal sudah dapat membaca. Hal ini memicu kurangnya masa-masa bemain anak-anak  dan mereka akan mulai mengenal stres. Tapi jika di luar negeri contohnya di Finlandia, seorang anak dapat mulai masukke jenjang pendidikan dasar ketika mereka sudah berusia tujuh tahun. Sebelum itu, maka merekaa dapat mengeksplorasi apa yang mereka inginkan salah satunya bermain.
2. Luar negeri tidak ada kelas unggulan dan kelas biasa.
Di luar negeri mereka hanya mengumpulkan siswa berdasarkan jumlah saja seperti 1A dan 1B. Sedangkan di Indonesia ada pembagian kelas unggulan dan kelas biasa yang justru menciptakan tembok pembatas antara siswa pintar dan yang biasa.
3. Jam belajar tidak berlebih.
Di luar negeri, jam belajar yang berbau teori sangat terbatas dan selebihnya diisi oleh praktik. Sedangkan di Indonesia sebelumnya menganut sistem spoon feeding, sehingga guru adalah satu-satunya sumber informasi. Selain itu, tambhan ekstrakulikuler sampai dengan kursus atau bimbel juga menambah panjang waktu belajar yang mengakibatkan penat dan capek yang tidak hanya fisik saja juga pikiran,
4. Masa orientasi di awal masuk sekolah.
Di Indonesia OSPEK selalu diisi dengan aktivitas yang didominasi dengan mempermalukan para orang baru. Sedangkan di luar negeri contohnya di Amerika Serikat justru dilakukan dengan cara lebih positif. Para siswa atau mahasiswa diajak berkeliling dan mengikuti beberapa seminar juga kajian agar mereka lebih mengenal sekolah dan kampusnya.
5. Hasil akhir adalah bukan segalanya
Contohnya di Australia, hasil akhir bukanlah segalanya. Semua pendidik akan lebih menitikberatkan pada sektor prosesnya daripada hasil akhir. Jika dalam prosesnya saja berantakan, maka dapat diketahui pula bahwa hasil akhirnya juga kacau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ana Uhibbuka Fillah BAB 3

Critical Book Review Manajemen pendidikan