Critical Book Review Manajemen pendidikan

TUGAS MANDIRI I
(Critical Book Review)
The Handbook of Education Management
(Dr. Imam Machali, M.Pd dan Dr. Ara Hidayat, M.Pd ;2018)
dan
Manajemen Pendidikan Masa Kini
(Muhammad Arifin, M.Pd dan Dr. Elfrianto, M.Pd ; 2017)


Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan  Dalam Mengikuti Perkuliahan Manajemen Pendidikan
Oleh,
Ade Novita Sari Hutabarat (1802040048)

PROGRAM STUDI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMDIYYAH SUMATERA UTARA
Tahun 2019


Buku I

Buku II




KATA PENGANTAR

Dengan Menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saya  panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayahnya kepada saya ,sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mandiri yaitu me-review buku wajib.
Review buku wajib ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan review  buku wajib ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, saya menerima saran dari pembaca agar saya dapat memperbaiki review buku wajib ini.
Akhir kata saya berharap semoga review buku wajib ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan sumber pengetahuan bagi pembaca.





Medan, 28 Maret 2019


Ade Novita Sari Hutabarat

Daftar Isi
Sampul depan ......................................................................................................... .....       1
Gambar buku yang direview ................................................................................ .....       2
Kata Pengantar..............................................................................................................       3
Daftar isi.........................................................................................................................       4
Bab I Pendahuluan
A. Manfaat Critical Book Review..............................................................................       5
B. Tujuan Penulisan Critical Book Review...............................................................       5
C. Identitas buku I dan buku II....................................................................................       5
Bab II Ringkasan Buku
1. Buku I.........................................................................................................................       6
2. Buku II .......................................................................................................................       15
Bab III Pembahasan
1. Pembahasan Isi Buku ............................................................................................. .      20
2. kelebihan dan Kekurangan Buku ..........................................................................       21
Bab IV Penutup .....
1. Kesimpulan........ .......................................................................................................       23
2. Rekomendasi untuk perbaikan Buku....................................................................       23
Daftar Pustaka          ..............................................................................................  24




BAB I
PENDAHULUAN
A. Manfaat Critical Book Review 
            Critical Book Review bermanfaat untuk mengetahui perbandingan isi dari dua buku manajemen berbeda, dapat memahami manajemen pendidikan dari dua sudut pandang, memperbanyak pengetahuan.
B. Tujuan Penulisan Critical Book Review 
1. Agar mahasiswa terbiasa membaca
2. Agar mahasiswa dapat memahami manajemen pendidikan dari sudut pandang berbeda
3. Melatih mahasiswa menulis
4. Agar mahasiswa mampu menjelaskan mengenai manajemen pendidikan

C. Identitas buku I dan buku II yang direview (buku wajib dan buku pembanding) 
Buku 1
1. Judul                       : Manajemen Pendidikan Masa Kini
2. Edisi                        : pertama
3. Pengarang                : Muhammad Arifin dan Elfrianto
4. Penerbit                   : Umsu Press
5. Kota Terbit              : Medan-Sumatera Utara-Indonesia
6. Tahun Terbit            :2017
7. ISBN                       :978-602-6997-69-2
Buku II
1. Judul                       : The Handook Of Education Managemen
2. Edisi                        : kedua
3. Pengarang                : Dr. Iman Machali dan Dr. Ara Hidayat
4. Penerbit                   : Prenadamedia Group
5. Kota Terbit              : Jakarta-Indonesia
6. Tahun Terbit            :2018
7. ISBN                       :978-602-422-301-4

BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
A. Buku I (Manajemen Pendidikan Masa Kini)
Bab 1 Manajemen dan Defenisi Manajemen Pendidikan
a. Pengertian Manajemen
Secara etimilogi, kata manajemen berasal dari bahasa Inggris: Management. Akar kata tersebut berasa dari; manage, atau Managiare yang memiliki makna; melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. (Echolas dalam Masyud,2014)
Pengertian lain dari manajemen berdasarkan encyclopedia americana, 1978M p.171 dalam Mustari 2015 menguraikan, manajemen berasal dari bahasa Inggris “administration” sebagai the management of executive affairs. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan “managemen” suatu pengertian dalam lingkup yang luas. Dalam pengertian ini, managemen bukan hanya pengaturan yang terkait terhadap pekerjaan tulis menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.
Definisi lain, managemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. (Mary Parker Fallet dalam T. Hani Handoko, 2012). Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan melalui orang lainuntuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.
James A.F Stoner menjelaskan, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Hani Handoko, 2012, 8)
Menurut Hasibuan dalam Muhammad Mustari, 2015, manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur ilmu permanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lain secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Selanjutnya, Hasibuan dalam Onisimus amtu (2011) menegaskan manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan. Adapun unsur-unsur manajemen itu terdiri dari, man, money, methode, machine, matarials, market (6M).
Tokoh lain seperti GR Terry menjelaskan, manajemen adalah suatu proses yang mempunyai ciri khas yang meliputi segala tindakan, perencanaan, pengerahan, pengorganisasian, dan pengendalian yang bertujuan untuk menentukan dan mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan berbagai sumber, diantaranya sumber daya manusia dan sumber-sumber lain.
b. Fungsi-Fungsi Manajemen
ada yang menyebut manajemen dengan disingkat POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controling). Singkatan ini diambil dari definisi manajemen menurut Terry dan Franclin dalam Jejen Musfah; manajemen pendidikan; teori, kebijakan dan praktik, prenadamedia group 2015. Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari aktivitas perencanaan, pengaturan, penggerakan, dan pengendalian, yang dilakukan untuk menentukan dan memenuhi sasaran hasil yang diwujudkan dengan penggunaan manusia dan sumber daya lainnya.
Sutjana dalam buku manajemen program pendidikan yang kutif musfah (2015), membagi menjadi planning, organizing, motivating, confroming, (pembinaan), evaluating, and developing (POMCED).
Fungsi-fungsi manajeman  bisa dilihat menurut para ahli (Jejen Musfah,2015,8)
No.
Nama Tokoh
Fungsi Manajemen
1.
Henry Fayol
Planning, organizing, Commanding/Directing, Coordinating, Controlling
2.
George R Terry
Planning, Organizing, Controlling, Activating
3.
H.Kontz dan O’Donnel (1991)
Planning, Organizing, Controlling,
4.
Dalton EMC Farland (1990)
Planning, Organizing, Controlling,
5.
Joh Robert B. PhD
Planning, Organizing, Commanding, Controlling,
6.
William Spriegel
Planning, Organizing, Controlling,
7.
James AF Stoner
Planning, Organizing, Leading,Controlling,

c. Pengertian Administrasi
Istilah Administrasi berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang berarti pemerintah atau pemerintahan disuatu negera, termasuk badan-badan pemerintah lainnya dalam negara tersebut. Administrasi adalah prose terartur dalam menjalankan setiap program untuk mencapai tujuan bersama. (Sutjana sebagaimana dikutip, Jejen Musfah, Manajemen pendidikan; teori, kebijakan dan praktik, 2014:6)
Dalam penjelasan lanjutan, administrasi dan manajemen sama-sama memiliki perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Administrasi merupakan pelaksanaan dari setiap keputusan dalam pemegang kebijakan yang dilakukan secara bersama-sama. Adapun manajemen merupakan pengetahuan tentang strategi tentang bagaimana menjalankan proses administrasi secara benar sehingga bersama dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Persamaan Administrasi dan Manajemen
Memerlukan kerja sama,. Tujuan organisasi ditentukan secara rasional. Administrator dan pengelola tidak menjalankan sendiri kegiatan operasional.
Perbedaan Administrasi dan Manajemen
Administrasi
Manajemen
Fungsi: menentukan tujuan dan menetapkan kebijakan umum guna mencapai tujuan. Fungsi administrasi brsifat menyeluruh dan berlaku untuk semua orang.
Fungsi: merencanakan, menyelenggarakan, menilai kegiatan dalam mencapai tujuan organisasi. Fungsi manajemn dibatasi dalam suatu organisasi atau lembaga.

Jika dibuat dalam matriks pendapat Sutisna dalam Husaini Husman sebagai berikut:
Administrasi
Manajemen
Administrasi banyak digunakan dibidang pendidikan, rumah sakit, pemerintahan, dan kemiliteran. Lebih banyak digunakan dilembaga-lembaga pemerintah yang bersifat mengutamakan kepentingan sosial sehingga pelaksanaannya disebut administrator.
Manajemen banyak digunakan untuk bidang industri, dan perusahaan. Manajemen cocok untuk lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih menguatkan kepentingan komersil sehingga pemimpinnya disebur manajer.

D. Definisi Pendidikan
Pendidikan memiliki definisi sesuai yang terkandung dalam undang0-undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Pada pasal ayat (1) dinyatakan; pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Viethal menjelaskan hal-hal penting untuk mengetahui konsep pendidikan yaitu;
1. pendidikan adalah proses secara sistematis untuk mengubah tingkah laku seseorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pendidikan berkaitan erat dengan keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. pendidikan memiliki orientasi saat ini dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya.
2. program pendidikan formal adalah usaha pemeberi kerja untuk mmeberi kesempatan kepada karyawan untuk memperoleh pekerjaan atau bidang yang sesuai dengan kemampuannya, sikap dan pengetahuannya. Pendidikan adalah suatu bentuk edukasi yang mana prinsip-prinsip pembelajarannya berikut dapat diterapkan, yaitu;
1. pihak yang diberikan pendidikan (training) harus dapat dimotivasi untuk belajar,
2. trainee harus mempunyai kemampuan belajar,
3. proses pembelajaran harus dapat dipaksakan atau diperkuat.
4. pendidikan harus menyediakan bahan-bahan yang dapat dipraktikan atau diterapkan;
5. bahan-bahan yang dipersentasikan harus memiliki arti yang lengkap dan memenuhi kebutuhan.
6. materi yang diajarkan harus memiiki arti yang lengkap dan memenuhi kebutuhan.
E. Definisi Manajemen pendidikan
Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelolah sumber daya untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dimasyarakat, bangsa dan negara. (Husaini Husman, 2013; 12)
Manajemen pendidikan meliputi empat hal pokok yaitu; perencanaan pendidikan, pengorganisasian pendidikan, penggiatan pendidikan dan pengendalian atau pengawasan pendidikan. (Veithjal Rivai, ensilviana murni; 2011; 103-104).
F. ruang lingkup manajemen pendidikan
Fungsi sumber daya
perencanaan
pengeorganisasian
Pengarahan
pengendalian
Man
Money
Methods
Machines
Minutes
Marketing
Information


Ruang Lingkup Manajemen
Subtansi kegiatan
a
b
c
D
e
F
g
h
i
Perencanaan









Pengorganisasian









pengkoordinasian









Penggerakan









Pengawasan









Penilaian










Ruang lingkup manajemen pendidikan
Bidang tugas
Peserta didik
Tenaga pendidik
Keuangan
Sarana dan prasaran
Humas
Layanan khusus
Kurikulum dan pembelajaran
Perencanaan







pengorganisasian







Pengarahan







pengendalian








G. Tanggung jawab dan keterampilan manajemen

Keterampilan manajerial

Level manajer
Bertanggung jawab
Konseptual 40%
50%
10%
Top manajer
Atasan langsung atau pemilik perusahaan ke yayasan. Jika sekolah negeri ke kepala dinas
25%
50% sosial
25%
Middle manajer
Bertanggung jawab ke top manajer
10%
50%
40%opersional
Low manajer
Bertanggung jawab ke middle manajer

BAB II MANAJEMEN PESERTA DIDIK
A.Definisi Manajemen Pendidikan
Manajemen peserta didik adakah adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik., mulai masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah. Manajemen pendidikan bukan hanya berbentuk pencatatan dta peserta didik, melainkan aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di Sekolah. (Mulyas, 2007, 46).
Di sekolah memiliki cara yang berbeda-beda dalam pelaksanaan manajemen peserta didik. Jika kita melihat pendapat Mulyasa, bahwa manajemen peserta didik meliputi penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah. Maka, ada perbedaan  yang paling kentara antara sekolah negeri dan sekolah swasta.
Tujuan dari manajmen pesert didik adalah mengatur kegiatan-kegiatanpeserta didik agar kegiatan tersebut menunjuang proses pembelajaran di sekolah sehingga proses pembelajran berjalan lancar, terti dan teratur sehingg dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. (Muammar, 2016;28)
Fungsi manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi siswa untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin baik yang berkenaan dengan segi-segi individualnya, segi sosial aspirasi kebutuhan dan segi-segi potensi siswa lainnya.
Untuk mewujudkan tujuan manajemen peserta didik setidaknya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan:
1.  Penerimaan murid baru
2. Kegiatan kemajuan belajar
3. Bimbingan dan binaan disiplin.
B.Penerimaan Siswa Baru (PSB) dan Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB)
            Pada saat penerimaan siswa baru(PSB) ada namanya system rayonisasi.Sekolah-sekolah yang memiliki satu rayon dengan sekolah tersebut boleh mendaftar.Seiiring berjalannya wakturekrutmen peserta didik mengalami perubahan.Kini,disebut dengan (PPDB) dan sistem mekanismenya berbeda dengan (PSB).

C.Jalur Siliman
            Setiap tahun ajaran baru PPBD selalu diwarnai dengan namanya jalur siluman.Praktik jalur siluman biasanya menggunakan jalur guna lingkungan.Pelaksannannya tidak transparan.Dan siswa masuk berdasarkan tariff yang bervarisi.

D.Pembinaan Peserta Didik
            Salah satu caranya yaitu dengan melaksanakan Masa Orientasi Siswa (MOS).Adapun kegiaan yang bisa dilakukan meliputi:system belajar di sekolah,visi misi dan program sekolah,personil sekolah,fasilitas sekolah,tata tertib sekolah.

BAB III MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
A.Pengertian Kurikulum
            Kurikulum adalah sejumlah mata pelejaran yang harus ditempuh seorag siswa
Dari awal sampai akhir program  pembelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
B.Fungsi Kurikulum
Bagi Guru
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan prose dalam pembelajaran.
Bagi Kepala sekolah/Pengawas
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan
Bagi Orang tua
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya di rumah.
Bagi Masyarakat
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberi bantuanbagi terselenggaranyaproses pendidikan di sekolah
Bagi Siswa
Kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar

C.Definisi dan Ruang lingkup Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum adlah suatu system pengelolaan kurikulum yang koperatif,komprehensif,sistemik,dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.Ada lima prinsip yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan manajemen kurikulum yaitu: produktivitas,demokratisasi,kooperatif,efektivitas dan efisiensi,dan mengarahkan visi misi dan tujuan.

D.Struktur Kurikulum
 Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelejaran,beban belajar,dan kalender pendidikan.Mata pelejaran terdiri atas mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan.
E.Pengembangan Program Tahunan
 Dalam standar isi (PP nomor 22 Tahun 2006)dijelaskan bahwa kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran.
F.Pengembangan Progran Semester
   Program semester merupakan salah satu bagian dari program pembelajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap topik satuan bahasan pada setiap semester.

BAB IV MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

A.Definisi Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan
           
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menurut UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 5 dan 6. Tenaga kependidikana adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untu menunjang penyelenggaraan pendidikan. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususan, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Menurut Endang Herawan dan Nani Hartati, (2010, 231) manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan  kependidikan itu masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan dan latihan/pengembangan dan pemberhentian.

B.Ruang Lingkup Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

            `Sulthon Masyhud menyebutkan riuang lingkup kegiatan manajemen personalia pendidikan di sekolah yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Menyiapkan tenaga kependidikan yang tepat untuk suatu tugas tertentu sesuai dengan kebutuhan.
2. Menata personilyang ada secara efektif dan efisien.
3. Menciptakan suasana kerja yang harmonis, bergairah kerja, aman serta nyaman
4.Mengatur kenaikan gaji dan pangkat personil sesuai pada masanya.
5.Manajemeni pengembanagn karir personil secara bijaksana.
6.Meningkatkan mutu personil dengan mengadakann penataran.
7.Memelihara kesejahteraan personil baik materi maupun spiritual.
8.Mengadakan evaluasi terhadap prestasi personil dengan demi peningkatan atau promosi karirnya.
9.Menata pemutusan hubungan kerja dengan penuh kebijaksanaan.

C.Tugas Tenaga Pendidik dan Kependidikan
           
            Tugas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang atur oleh pasal 39 ayat 1 dan 2. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan. Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil belajar, melakukan pembimbingan dan pelatihan,serta nmelakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

D.Pengembangan Guru dan Staf

            Pengembangan guru dan staf bertujuan untuk mendayagunakan guru dan staf secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil optimal, namun tetap dengan kondisi yang menyenangkan. Cara yang dapat tempuh dengan mengikutsertakan guru dan staf pada kegiatan-kegiatan, seperti pelatihan, penataran, seminar, workshop, pemagangan, dan pendamping yang dapat diselenggarakan oleh lembaga pemerintah, perguruan tinggi, atau lembaga non pemerintah.

BAB V MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA

A.Pengertian Ruang Lingkup Manajemen Sarana dan Prasarana

            Sarana Pendidikan adalah peralatan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan,khususnya proses belajar mengajar. Prasarana pendidikan adalah peralatan secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran.
            Manajemen sarana dan prasarana pendidikan yakni segenap usaha yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, penghapusan daan pengendalian secara efektif dan efisien, sehingga dapat siap untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.Tujuannya untuk memberikan layanan professional berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.
            Sarana pendidikan yang memiliki fungsi langsung terhadap pelaksanaan PBM seperti alat pelajaran, alat peraga dan media pengajaran. Sedangkan Prasarana pendidikan yang memiliki fungsi tidk langsung terhadapan PBM meliputi:
1. bangunan sekolah (Tanah halaman, lapangan, gedung, kelas ruang guru, kantor, ruang laboratorium , musholah, kamar kecil, ruang tamu sekolah, dll).
2.  prabot sekolah ( meja guru, meja siswa, kursi, almari, rak buku, meja tamu, alat-alat kantor, alat-alat kebersihan, dll).

B.Ruang lingkup Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan

            Ruang lingkup manajemen pendidikan di sekolah yakni :
1. perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.
2. Mengadakan prakualifikasi.
3.Melakukan penyimpanan.
4.Melakukan pemeliharaan.
5.Melakukan inventarisasi.
6.Melakukan penghapusan barang-barang/fasilita.

C.Pengadaan Sarana dan Prasarana

            Pengadaan sarana dan prasarana adalah hal yang wajib.Apalagi,tujuan masyarakat menyekolahkan anaknya agar anak mereka tumbuh secara baik kognitif, afektif, dan psikomotorik.Tanpa sarana yang baik,sekolah sulit melahirkan keluaranyang kompeten.Sarana merupakan media atau alat untuk belajar agar pendidikan berjalan efektif.Sistem pengadaan sarana dan prasarana yang dapat dilakukan antara lain:
1.      Dropping dari pemerintah
2.      Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara membeli baik secara langsung atau melalui pemesanan terlebih dahulu.
3.      Meminta sumbangan dari wali murid atau mengajukan proposal bantuan pengadaan sarana dan prasarana ke lembaga-lembaga sosial yang tidak memikat.

D.Tata Cara Penyingkiran atau Pemusnahan Sarana dan Prasarana
            Penyingkiran dan pemusnahan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah adalah kegiatan meniadakan barang-barang milik lembaga dari daftar inventaris dengan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.Syarat-syarat penghapusan barang yakni:
1. rusak berat
2. dengan perbaikan akan menimbulkan biaya yang besar,
3. kegunaan tidak seimbang dengan perawatan,
4. penyusunan berada diluar kekuasaan manusia,
5. tidak sesuai dengan kebutuhan masa kini,
6.barang kelebihannya yag jika disimpan lebih lama akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi,
7. ada penurunan efektifitas kerja,
8. dicuri,
9. terbakar,
10. diselewengkan,
11. musnah karena bencana alam.

2.Buku II (The Handbool Of Education Management)
      BAB I MANAJEMEN PENDIDIKAN
  A. Pengertian Manajemen
            Manajemen memiliki tujuh sudut pandang,yaitu:
1.      Manajemen sebagai alat/cara
Manajemen adalah alat atau cara untuk menggunakan orang-orang,uang, perlengkapan, bahan-bahan dan metodesecara efektif untuk mencapai tujuan.
2.      Manajemen sebagai tenaga atau daya kekuatan
Manajemen adalah sebuah kekuatan melalui pembuatan keputusan yang didasari pengetahuan dan pengertian yang saling terkait dan terpadu melalui lingkungan proses yang tepat dari semua unsur sistem organisasi dalam uatu cara yang didesain untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      Manajemen sebagai system
Manajemen sebagai sistem tingkah laku manusia yang kooperatif yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu melalui tindakan-tindakan rasional yang dilakukan secara terus menerus.
4.      Manajemen sebagai proses
Manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yemen sebang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
5.      Manajemen sebagai fungsi
Manajemen merupakan fungsi dari kepemimpinan eksklusif dari organisasi apapun.
6.      Manajemen sebagai tugas
Manajemen sebagai tugas dari perencanaan, pengorganisasian, penstafan, dan pengawasan pekerjaan yang lainnya agar mencapai satu atau lebih tujuan .
7.      Manajemen sebagai aktifitas atau usaha
Manajemen adalah usaha mendapatkan sesuatu melalui kegiatan orang lain.

B. Manajemen Pendidikan

Menurut Usman Manajemen pendidikan adalah ilmu atau seni mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa, dan negara.

C . Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

            Manajemen pendidikan mengelola sumber daya-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi.Sumber daya tersebut adalah man(manusia),money(biaya), materials(kurikulum), methods(metode), machines(sarana dan prasarana), market(lulusan), dan minutes(waktu).

Manajemen Sumber Daya/ Fungsi
Planning
Organizing
Actualing
Man
Money
Material
Methods
Machines
Market
Minutes

D. Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan

            Tujuan dan manfaat pendidikan, antara lain:
1.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).
2.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potendi dirinya.
3.      Terpenuhinya salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
4.      Terciptanya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
5.      Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
6.      Teratasinya masalah mutu pendidikan.

Fungsi Manajemen Pendidikan

            Para tokoh manajemen berbeda pendapat dalam menentukan fungsi atau bagian apa saja yang harus ada dalam pendidikan.Namun demikian,secara umum perbedaan-perbedaan tersebut mempunyai titik temu dalam menyebutkan fungsi manajemen,yaitu: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan.

BAB 2 MANAJEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Menurut Mudyahardjo (2002:3) pendidikan adalah segala situasi hidup yang memengaruhi pertumbuhan individu. Pengertian ini menyiratkan bahwa pendidikan telah diulai sjak manusia berada di muka bumi, atau bahkan sejak dalam kandungan. Adanya pendidikan adalah setua dengan adanya kehidupan manusia.
B. HAKIKAT PENDIDIKAN NASIONAL
1. Manusia adalah homo sapiens.
2. Manusia adalah animal rational.
3. Manusia adalah homo laquen.
4. Manusia adalah homo faber.
5. Manusia adalah zoon politicon.
6. Manusia adalah homo economicus.
7. Manusia adalah homo politicus.
8. Manusia adalah homo religious.
9. Manusia adalah homo educadum and homo educable.
C. VISI PENDIDIKAN NASIONAL
Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
D. MISI PENDIDIKAN NASIONAL
Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, misi pendidikan nasional yaitu:
1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
4. meningkatkan keprofeionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sika[, dan nilai berdasarkan standar nasioanal dan global.
5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
E. JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan. Jalur pendidikan terdiri pendidikan formal, nonformal, informal.
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi.
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan, mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
BAB III DINAMIKA KEBIJAKAN KURIKULUM DI INDONESIA
A.PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum menurut UU sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dijelaskan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus pada setiap satuan pendidikan.
B. DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
1. KURIKULUM PENDIDIKAN PRA KEMERDEKAAN
Pendidikan pada masa kolonial : pertama, sekolah kelas dua yang diperuntukan bagi anak peribumi dengan lama pendidikan tiga tahun. Kurikulum yang diajarkan meliputi berhitung, menulis, dan membaca. Kedua, sekolah kelas satu yang diperuntukan bagi anak pegawai pemerintahan hindia belanda. Lama pendidikan empat tahun, kemudian lima tahun, fsn terakhir tujuh tahun. Kurikulum yang diajarkan meliputi ilmu bumi, sejarah, dan ilmu hayat.
Pada pendidikan menengah didirikan gymnasium yang siswanya hanya golongan ningrat. Masa berlajar pendidikan ini berlangsung selama tiga tahun. Mata pelahjaran yang diajarkan meliputi bahasa belanda, bahasa inggris, ilmu hitung, aljabar, ilmu ukur, ilmu alam, ilmu hayat, ilmu bumi, sejarah, dan tata buku. Kemudian pendidikan ini berubah menjadi MULO yang lama pendidikan empat tahun.
Adapun jenjang tau tingkat atas, belanda mendirikan AMS. Lama pendidikan ini selama tiga tahun yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian A spesifiknya adalah ilmu kebudayaan yaitu ilmu kesastraan timur dan klasik barat. Adapun bagian B spesifiknya adalah ilmu pengetahuan kealaman yang meliputi ilmu pasti atau ilmu alam.
Pada tingkatan rendah jepang mengganti pendidikan kolonial belanda dengan sebutan kokumin gako dengan lama pendidikan enam tahun. Kurikulum pendidikan ini lebih menitikberatkan pada olahraga militer yang bertujuan untuk membantu pertahana jepang.
2. KURIKULUM PENDIDIKAN PASCA KEMERDEKAAN
Pasca-Kemerdekaan, kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami beberapa fase perubahan yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, dan kurikulum tahun 1994. Pada masa reformasi, perubahan kurikulum terjadi pada tahun 2004, 2016, dan 2013. Perubahan tersebut merupakan bentuk respon dan perkembangan terhadap berbagai perubahan yang dihadapi baik dalam sistem sosial, politik, budaya, ekonomi dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
a. kurikulum 1947
awal terbentuk kurikulum 1947, namanya adalah rencana pembelajaran 1947 atau dikenal dengan sebutan leer plan. Pada masa tersebut siswa lebih diajarkan kepada cara bersosialisasi terhadap masyarakat. Aspek afektif dan psikomotorik lebih ditekankan dengan pengadaan pelajaran kesenian dan pendidikan jasmani. Penekanannya adalah menumbuhkan rkesadaran bela negara.
b. kurikulum 1952
pada masa ini kebutuhan peserta didik akan ilmu pengetahuan lebih diperhatikan, dan satuan mata pelajara lebih diperincikan. Namun peserta didik sebagai objek dan guru sebagai subjek dalam mentransfer ilmu pengetahuan.
c.kurikulum 1964
kurikulum 1964 adalah pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada progra, Pantja Wadhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral.
d. kurikulum 1968
pada pendidikan ini Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Muatan materi pembelajaran bersifat teoritis, tidak mengaitkan dengan faktual lapangan.



e. kurikulum 1975
pada kurikulum ini peran guru lebih penting karena setiap guru wajib membuat perincian tujuan yang ingin dicapai setiap guru harus secara detail merencanakan pelaksanaan program belajar mengajar.
f. kurikulum 1984
kurikulum ini mengusungkan process skill approach. Kurikulim ini lahir sebagai perbaikan dari kurikulum sebelumnya.
g. kurikulum 1994
tujuan pembelajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Sekolah harus mampu menyiapkan tenaga kerja yang terampil yang dibutuhkan industri. Sebaliknya, industri juga harus berseinergi dengan lembaga pendidikan.
C. KEBIJAKAN KURUKULUM 2013
Titik tekan pengembangan kurikulum 2013 ini adalah penyempurnaan pola piki, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dan apa yang dihasilkan.oleh karena itu, implementasi kurikulum 2013 yakni sebagai langkah strategis dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.
D. ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013
1.  strandar kompetensi lulusan (SKL)
2. standar isi (SI)
3. standart proses
4.standar penilaian
Bidang-Bidang Garapan Pengelolaan Sekolah/Madrasah
1.      Pengelolaan Kurikulum

            Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu.Adapun prinsip-prinsip dalam melaksanakan pengelolaan kurikulum,sebagai berikut:
·         Produktivitas
·         Demokratisasi
·         Kooperatif
·         Efektivitas dan efisien
·         Mengarahkan visi,misi dan tujuan
Proses tersebut terdiri dari empat unsur atau komponen kurikulum
·         Tujuan
·         Isi dan metode
·         Penilaian
·         Balikan

2.      Pengelolaan Peserta Didik
Tahapan pengelolaan pesrta didik yaitu:
·      Analisis kebutuhan peserta didik,yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh sebuah lembaga pendidikan.
·      Rekrutmen peserta didik,yaitu proses pencarian, menentukan, dan menarik siswa yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan.
·      Seleksi peserta didik,yaitu kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan tertentu.
·      Orientasi peserta didik,yaitu kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat mereka menempuh pendidikan.
·      Penempatan pesrta didik,yaitu proses penempatan dan pengelompokan kelompok belajar.
·      Pembinaan dan pengembangan peserta didik,yaitu pembinaan dan pengembangan terhadap pesrta didik.Pembinaan ini setidaknya harus mampu mengarahkan peserta didik sesuai visi,misi dan tujuan pendidikan berdasarkan potensi.
·      Pencatatan dan pelaporan,yaitu sebagai database, dokumentasi,dan evaluasi atas kegiatan pendidikan yang dilakukan.
·      Kelulusan dan alumni,yaitu kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik.

3.      Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Pendidikan
UUSPN Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.Adapun tenaga kependidikan adlah anggota masyarakat yang mangabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Pendidik bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.Tenaga kependidikn bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Proses pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi langkah-langkah,sebagai berikut:
·         Perencanaan
·         Seleksi
·         Pembinaan dan pengembangan
·         Penilaian
·         Kompensasi
·         Pemberhentian

4.      Pengelolaan Keuangan
Pembiayaan atau pendanaan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.Dalam rangka memenuhi tanggung jawab pendanaan tersebut, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengarahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dikelola berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.Pembiayaan pendidikan dalam system pendidikan nasional sebagaimana yang diataur dalam peraturan pemerintahan No.48 Tahun2008 tentang pendanaan pendidikan,meliputi: biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, dan biaya pribadi peserta didik.
5.      Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan
Sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang meliputi peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti gedung, ruangan, meja, kursi, alat peraga, dan buku pelajaran.Prasarana adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar di sebuah lega pendidikan,seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah,dan tata tertib sekolah.
Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menata,mulai dari merencanakan kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, dan penghapusan serta penataan lahan, bangunan, pelengkapan dan perabot sekolah secara tepat guna dan tepat sasaran.







BAB III
PEMBAHASAN

1.Pembahasan Isi Buku
            A.1 Pembahasan tentang Manajemen Pendidikan
            Dalam buku wajib pada halaman 16 dituliskan bahwa manajemen pendidikan memiliki pengertian yaitu ilmu yang mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.Sedangkan dalam buku pendamping pada halaman 5 dituliskan bahwa manajemen pendidikan adalah seni atau ilmu mengelola sumber dya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengenalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan negara.
            A.2 Pembahasan Tentang Unsur-Unsur Manajemen
            Dalam buku wajib pada halaman 2 di tuliskan unsur-unsur manajemen terdiri dari 6M,yaitu man, money,method, machine, materials dan market.Sedangkan pada buku pendamping pada halaman 13 tertulis unsur-unsur manajemen terdiri dari 7M,yaitu man, money, materials, methods, mahines,market, dan minutes.
            A.3 Pembahasan Mengenai Pengertian Kurikulum
            Dalam buku wajib pada halaman 63 di tuliskan pengertian kurikulum adalah sejumlah mata pelejaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaaan dalam bentuk ijazah.Sedangkan dalam buku pendamping pada halaman 186 dituliskan pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
            A.4 Pembahasan Mengenai Prinsip Kurikulum
            Dalam buku wajib pada halaman 72-73 dituliskan ada lima prinsip kurikulum, yaitu: produktivitas, demokrasi, kooperatif,efektifitas dan efisiensi, dan mengarahkan visi misi dan tujuan.Sedangkan pada buku pendamping pada halaman 187 dituliskan ada lima prinsip kurikulum,yaitu: produktivitas, demokrasi, kooperatif,efektifitas dan efisiensi, dan mengarahkan visi misi dan tujuan.

            A.5 Pembahasan Mengenai Pendidik dan  Tenaga Kependidikan
Dalam buku wajib pada halaman 95 dan buku pendamping pada halaman 193.Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.Adapun tenaga kependidikan adlah anggota masyarakat yang mangabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
A.6 Pembahsan Mengenai Tugas Pendidik dan Tenaga Kependidikan
            Dalam buku wajib pada halaman 104 dan buku pendamping pada halaman 193-194. Pendidik bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.Tenaga kependidikn bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.
            A.7 Pembahasn Mengenai Mnajemen Sarana dan Prasarana
Dalam buku wajib pada halaman 117-118. Sarana Pendidikan adalah peralatan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan,khususnya proses belajar mengajar.Prasarana pendidikan adalah peralatan secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan yakni segenap usaha yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, penghapusan daan pengendalian secara efektif dan efisien,sehingga dapat siap untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.Tujuannya untuk memberikan layanan professional berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.
Sedangkan dalam buku pendamping pada halaman 197-198. Sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang meliputi peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti gedung, ruangan, meja, kursi, alat peraga, dan buku pelajaran.Prasarana adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar di sebuah lega pendidikan,seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah,dan tata tertib sekolah.Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menata,mulai dari merencanakan kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, dan penghapusan serta penataan lahan, bangunan, pelengkapan dan perabot sekolah secara tepat guna dan tepat sasaran.
B.Kelebihan dan Kekurangan Buku
            1. Dari segi aspek, tampilan cover, desain isi maupun tulisan
Kelebihan buku wajib, tampilan cover dan desain isi maupun tulisan menarik.Ukuran buku juga tidak terlalu besar sehingga mudah untuk dibawa.
Kekurangan buku wajib, gambar yang ada di buku tersebut tidak berwarna itu menjadikan gambar tersebut sedikit tidak jelas.
Kelebihan buku pendamping, tampilan cover dan desian isi maupun tulisan menarik kertas yang digunakan juga kualitas yang baik.
Kekurangan buku pendamping, Ukuran buku terlalu besar jadi sedikit susah untuk dibawa.
            2.Dari Segi Isi Buku
Kelebihan buku wajib yaitu bahasa  yang digunakan mudah dimengerti.Dan juga terdapat contoh dari setiap pembahasan.
Kekurangan nuku wajib yaitu terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif.
Kelebihan buku pendamping yaitu bahasa yang digunakan mudah dimengerti.
Kekurangan buku pendamping yaitu tidak ada contoh dalam pembahasannya.




  

BAB IV
PENUTUP
1. .Kesimpulan
Manajemen adalah ilmu atau seni yang mengatur prose pemanfaatan sumber daya manusi dan sumber-sumber lain secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam pendidikan juga harus ada namanya manajemen pendidikan yang bertujuan untuk mengatur dan menjalankan pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan berjalan secara efektif dan efisien.
2. .Rekomendai Untuk Perbaikan Buku
            Lebih di perhatikan lagi kalimat-kalimat yang ada di dalam buku agar tidak ada lagi kalimat yang tidak efektif.Dan disetiap pembahasan diberikan contoh agar pembaca lebih mengerti tentang arah pembicaraan penulis.




DAFTAR PUSTAKA

Arifin,Muhammad dan Elfrianto.(2017).Manajemen Pendidikan Masa Kini.Medan:UMSU PRESS
Machali,Imam dan Hidayat,Ara.(2018).The Handbook of Education Management.Jakarta:Prenadamedia Group
           




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal MAnajemen Pendidikan

Ana Uhibbuka Fillah BAB 3