Critical Book Review Manajemen pendidikan
TUGAS MANDIRI I
(Critical Book Review)
The
Handbook of Education Management
(Dr.
Imam Machali, M.Pd dan Dr. Ara Hidayat, M.Pd ;2018)
dan
Manajemen
Pendidikan Masa Kini
(Muhammad
Arifin, M.Pd dan Dr. Elfrianto, M.Pd ; 2017)

Disusun
Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan Dalam Mengikuti Perkuliahan Manajemen
Pendidikan
Oleh,
Ade Novita Sari Hutabarat (1802040048)
PROGRAM STUDI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMDIYYAH SUMATERA UTARA
Tahun 2019
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMDIYYAH SUMATERA UTARA
Tahun 2019
Buku I

Buku II

KATA
PENGANTAR
Dengan Menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang. Saya panjatkan puja
dan puji syukur atas kehadirat-nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayahnya
kepada saya ,sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mandiri yaitu me-review buku wajib.
Review buku
wajib ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan ini. Untuk itu saya
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan review buku wajib ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya
bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu, saya menerima saran dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki review buku wajib ini.
Akhir kata saya berharap semoga review buku wajib ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan
sumber pengetahuan bagi pembaca.
Medan, 28 Maret 2019
Ade
Novita Sari Hutabarat
Daftar
Isi
Sampul depan ......................................................................................................... ..... 1
Gambar buku yang direview ................................................................................ ..... 2
Kata
Pengantar.............................................................................................................. 3
Daftar
isi......................................................................................................................... 4
Bab
I Pendahuluan
A. Manfaat
Critical Book Review.............................................................................. 5
B. Tujuan Penulisan Critical Book Review............................................................... 5
C. Identitas buku I dan buku II.................................................................................... 5
Bab
II Ringkasan Buku
1.
Buku I......................................................................................................................... 6
2. Buku II
....................................................................................................................... 15
Bab III Pembahasan
1. Pembahasan Isi Buku ............................................................................................. . 20
2. kelebihan dan Kekurangan Buku .......................................................................... 21
Bab IV Penutup .....
1. Kesimpulan........ ....................................................................................................... 23
2.
Rekomendasi untuk perbaikan Buku.................................................................... 23
Daftar Pustaka .............................................................................................. 24
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Manfaat Critical Book Review
Critical Book Review bermanfaat
untuk mengetahui perbandingan isi dari dua buku manajemen berbeda, dapat
memahami manajemen pendidikan dari dua sudut pandang, memperbanyak pengetahuan.
B. Tujuan Penulisan Critical Book Review
1. Agar mahasiswa terbiasa membaca
2. Agar mahasiswa dapat memahami manajemen pendidikan dari
sudut pandang berbeda
3. Melatih mahasiswa menulis
4. Agar mahasiswa mampu menjelaskan mengenai manajemen
pendidikan
C. Identitas buku I dan buku II yang direview (buku wajib
dan buku pembanding)
Buku 1
1. Judul :
Manajemen Pendidikan Masa Kini
2. Edisi :
pertama
3. Pengarang :
Muhammad Arifin dan Elfrianto
4. Penerbit : Umsu Press
5. Kota Terbit : Medan-Sumatera Utara-Indonesia
6. Tahun Terbit :2017
7. ISBN :978-602-6997-69-2
Buku II
1. Judul :
The Handook Of Education Managemen
2. Edisi :
kedua
3. Pengarang :
Dr. Iman Machali dan Dr. Ara Hidayat
4. Penerbit : Prenadamedia Group
5. Kota Terbit : Jakarta-Indonesia
6. Tahun Terbit :2018
7. ISBN :978-602-422-301-4
BAB II
RINGKASAN
ISI BUKU
A. Buku I (Manajemen Pendidikan Masa Kini)
Bab 1 Manajemen dan Defenisi Manajemen Pendidikan
a. Pengertian Manajemen
Secara
etimilogi, kata manajemen berasal dari bahasa Inggris: Management. Akar kata
tersebut berasa dari; manage, atau Managiare yang memiliki makna; melatih kuda
dalam melangkahkan kakinya. (Echolas dalam Masyud,2014)
Pengertian
lain dari manajemen berdasarkan encyclopedia americana, 1978M p.171 dalam
Mustari 2015 menguraikan, manajemen berasal dari bahasa Inggris
“administration” sebagai the management
of executive affairs. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen
disinonimkan dengan “managemen” suatu pengertian dalam lingkup yang luas. Dalam
pengertian ini, managemen bukan hanya pengaturan yang terkait terhadap
pekerjaan tulis menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.
Definisi
lain, managemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
(Mary Parker Fallet dalam T. Hani Handoko, 2012). Definisi ini mengandung arti
bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan melalui
orang lainuntuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau
berarti tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.
James A.F
Stoner menjelaskan, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumber daya organisasi agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
(Hani Handoko, 2012, 8)
Menurut
Hasibuan dalam Muhammad Mustari, 2015, manajemen adalah ilmu dan seni yang
mengatur ilmu permanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lain secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Selanjutnya, Hasibuan dalam
Onisimus amtu (2011) menegaskan manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya
perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna
unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan. Adapun unsur-unsur manajemen itu
terdiri dari, man, money, methode, machine, matarials, market (6M).
Tokoh lain
seperti GR Terry menjelaskan, manajemen adalah suatu proses yang mempunyai ciri
khas yang meliputi segala tindakan, perencanaan, pengerahan, pengorganisasian,
dan pengendalian yang bertujuan untuk menentukan dan mencapai sasaran yang
telah ditentukan melalui pemanfaatan berbagai sumber, diantaranya sumber daya
manusia dan sumber-sumber lain.
b. Fungsi-Fungsi Manajemen
ada
yang menyebut manajemen dengan disingkat POAC (Planning, Organizing, Actuating,
and Controling). Singkatan ini diambil dari definisi manajemen menurut Terry
dan Franclin dalam Jejen Musfah; manajemen
pendidikan; teori, kebijakan dan
praktik, prenadamedia group 2015. Manajemen adalah suatu proses yang
terdiri dari aktivitas perencanaan,
pengaturan, penggerakan, dan pengendalian, yang dilakukan untuk menentukan
dan memenuhi sasaran hasil yang diwujudkan dengan penggunaan manusia dan sumber
daya lainnya.
Sutjana
dalam buku manajemen program pendidikan yang kutif musfah (2015), membagi
menjadi planning, organizing, motivating,
confroming, (pembinaan), evaluating, and
developing (POMCED).
Fungsi-fungsi manajeman bisa dilihat menurut para ahli (Jejen Musfah,2015,8)
Fungsi-fungsi manajeman bisa dilihat menurut para ahli (Jejen Musfah,2015,8)
|
No.
|
Nama
Tokoh
|
Fungsi
Manajemen
|
|
1.
|
Henry
Fayol
|
Planning,
organizing, Commanding/Directing, Coordinating, Controlling
|
|
2.
|
George
R Terry
|
Planning,
Organizing, Controlling, Activating
|
|
3.
|
H.Kontz
dan O’Donnel (1991)
|
Planning,
Organizing, Controlling,
|
|
4.
|
Dalton
EMC Farland (1990)
|
Planning,
Organizing, Controlling,
|
|
5.
|
Joh
Robert B. PhD
|
Planning,
Organizing, Commanding, Controlling,
|
|
6.
|
William
Spriegel
|
Planning,
Organizing, Controlling,
|
|
7.
|
James
AF Stoner
|
Planning,
Organizing, Leading,Controlling,
|
c. Pengertian Administrasi
Istilah
Administrasi berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang berarti
pemerintah atau pemerintahan disuatu negera, termasuk badan-badan pemerintah
lainnya dalam negara tersebut. Administrasi adalah prose terartur dalam
menjalankan setiap program untuk mencapai tujuan bersama. (Sutjana sebagaimana
dikutip, Jejen Musfah, Manajemen pendidikan; teori, kebijakan dan praktik,
2014:6)
Dalam
penjelasan lanjutan, administrasi dan manajemen sama-sama memiliki perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan. Administrasi merupakan pelaksanaan dari setiap
keputusan dalam pemegang kebijakan yang dilakukan secara bersama-sama. Adapun
manajemen merupakan pengetahuan tentang strategi tentang bagaimana menjalankan
proses administrasi secara benar sehingga bersama dapat dicapai secara efektif
dan efisien.
Persamaan Administrasi dan Manajemen
Memerlukan
kerja sama,. Tujuan organisasi ditentukan secara rasional. Administrator dan
pengelola tidak menjalankan sendiri kegiatan operasional.
Perbedaan Administrasi dan Manajemen
|
Administrasi
|
Manajemen
|
|
Fungsi:
menentukan tujuan dan menetapkan kebijakan umum guna mencapai tujuan. Fungsi
administrasi brsifat menyeluruh dan berlaku untuk semua orang.
|
Fungsi:
merencanakan, menyelenggarakan, menilai kegiatan dalam mencapai tujuan
organisasi. Fungsi manajemn dibatasi dalam suatu organisasi atau lembaga.
|
Jika
dibuat dalam matriks pendapat Sutisna dalam Husaini Husman sebagai berikut:
|
Administrasi
|
Manajemen
|
|
Administrasi
banyak digunakan dibidang pendidikan, rumah sakit, pemerintahan, dan
kemiliteran. Lebih banyak digunakan dilembaga-lembaga pemerintah yang
bersifat mengutamakan kepentingan sosial sehingga pelaksanaannya disebut
administrator.
|
Manajemen
banyak digunakan untuk bidang industri, dan perusahaan. Manajemen cocok untuk
lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih menguatkan kepentingan komersil
sehingga pemimpinnya disebur manajer.
|
D. Definisi
Pendidikan
Pendidikan
memiliki definisi sesuai yang terkandung dalam undang0-undang no. 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Pada pasal ayat (1) dinyatakan;
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan pengendalian diri,
keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Viethal
menjelaskan hal-hal penting untuk mengetahui konsep pendidikan yaitu;
1.
pendidikan adalah proses secara sistematis untuk mengubah tingkah laku
seseorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pendidikan berkaitan erat dengan
keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. pendidikan
memiliki orientasi saat ini dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan
kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya.
2. program
pendidikan formal adalah usaha pemeberi kerja untuk mmeberi kesempatan kepada
karyawan untuk memperoleh pekerjaan atau bidang yang sesuai dengan
kemampuannya, sikap dan pengetahuannya. Pendidikan adalah suatu bentuk edukasi
yang mana prinsip-prinsip pembelajarannya berikut dapat diterapkan, yaitu;
1. pihak
yang diberikan pendidikan (training) harus dapat dimotivasi untuk belajar,
2. trainee
harus mempunyai kemampuan belajar,
3. proses
pembelajaran harus dapat dipaksakan atau diperkuat.
4.
pendidikan harus menyediakan bahan-bahan yang dapat dipraktikan atau
diterapkan;
5.
bahan-bahan yang dipersentasikan harus memiliki arti yang lengkap dan memenuhi
kebutuhan.
6. materi
yang diajarkan harus memiiki arti yang lengkap dan memenuhi kebutuhan.
E. Definisi Manajemen pendidikan
Manajemen
pendidikan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelolah sumber daya
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya, untuk memiliki kekuatan spritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dimasyarakat, bangsa dan negara. (Husaini Husman,
2013; 12)
Manajemen
pendidikan meliputi empat hal pokok yaitu; perencanaan pendidikan,
pengorganisasian pendidikan, penggiatan pendidikan dan pengendalian atau
pengawasan pendidikan. (Veithjal Rivai, ensilviana murni; 2011; 103-104).
F. ruang lingkup manajemen pendidikan
|
Fungsi sumber daya
|
perencanaan
|
pengeorganisasian
|
Pengarahan
|
pengendalian
|
|
Man
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Money
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Methods
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Machines
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Minutes
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Marketing
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
Information
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Ruang Lingkup Manajemen
|
Subtansi kegiatan
|
a
|
b
|
c
|
D
|
e
|
F
|
g
|
h
|
i
|
|
Perencanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengorganisasian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
pengkoordinasian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penggerakan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengawasan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penilaian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ruang lingkup manajemen pendidikan
|
Bidang tugas
|
Peserta didik
|
Tenaga pendidik
|
Keuangan
|
Sarana dan prasaran
|
Humas
|
Layanan khusus
|
Kurikulum dan pembelajaran
|
|
Perencanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
pengorganisasian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengarahan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
pengendalian
|
|
|
|
|
|
|
|
G. Tanggung jawab dan keterampilan
manajemen
|
|
Keterampilan
manajerial
|
|
Level manajer
|
Bertanggung jawab
|
|
Konseptual 40%
|
50%
|
10%
|
Top manajer
|
Atasan langsung atau pemilik
perusahaan ke yayasan. Jika sekolah negeri ke kepala dinas
|
|
25%
|
50% sosial
|
25%
|
Middle manajer
|
Bertanggung jawab ke top manajer
|
|
10%
|
50%
|
40%opersional
|
Low manajer
|
Bertanggung jawab ke middle
manajer
|
BAB II MANAJEMEN PESERTA DIDIK
A.Definisi
Manajemen Pendidikan
Manajemen peserta didik adakah
adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta
didik., mulai masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah.
Manajemen pendidikan bukan hanya berbentuk pencatatan dta peserta didik,
melainkan aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di
Sekolah. (Mulyas, 2007, 46).
Di sekolah
memiliki cara yang berbeda-beda dalam pelaksanaan manajemen peserta didik. Jika
kita melihat pendapat Mulyasa, bahwa manajemen peserta didik meliputi penataan
dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari
masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari sekolah. Maka, ada
perbedaan yang paling kentara antara
sekolah negeri dan sekolah swasta.
Tujuan dari
manajmen pesert didik adalah mengatur kegiatan-kegiatanpeserta didik agar
kegiatan tersebut menunjuang proses pembelajaran di sekolah sehingga proses
pembelajran berjalan lancar, terti dan teratur sehingg dapat memberikan
kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara
keseluruhan. (Muammar, 2016;28)
Fungsi
manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi siswa untuk mengembangkan
diri seoptimal mungkin baik yang berkenaan dengan segi-segi individualnya, segi
sosial aspirasi kebutuhan dan segi-segi potensi siswa lainnya.
Untuk
mewujudkan tujuan manajemen peserta didik setidaknya memiliki tiga tugas utama
yang harus diperhatikan:
1. Penerimaan murid baru
2. Kegiatan
kemajuan belajar
3. Bimbingan
dan binaan disiplin.
B.Penerimaan Siswa Baru (PSB) dan
Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB)
Pada
saat penerimaan siswa baru(PSB) ada namanya system rayonisasi.Sekolah-sekolah
yang memiliki satu rayon dengan sekolah tersebut boleh mendaftar.Seiiring
berjalannya wakturekrutmen peserta didik mengalami perubahan.Kini,disebut
dengan (PPDB) dan sistem mekanismenya berbeda dengan (PSB).
C.Jalur Siliman
Setiap
tahun ajaran baru PPBD selalu diwarnai dengan namanya jalur siluman.Praktik
jalur siluman biasanya menggunakan jalur guna lingkungan.Pelaksannannya tidak
transparan.Dan siswa masuk berdasarkan tariff yang bervarisi.
D.Pembinaan Peserta Didik
Salah
satu caranya yaitu dengan melaksanakan Masa Orientasi Siswa (MOS).Adapun
kegiaan yang bisa dilakukan meliputi:system belajar di sekolah,visi misi dan
program sekolah,personil sekolah,fasilitas sekolah,tata tertib sekolah.
BAB III MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
A.Pengertian
Kurikulum
Kurikulum
adalah sejumlah mata pelejaran yang harus ditempuh seorag siswa
Dari
awal sampai akhir program pembelajaran
untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
B.Fungsi
Kurikulum
|
Bagi
Guru
|
Kurikulum
berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan prose dalam pembelajaran.
|
|
Bagi
Kepala sekolah/Pengawas
|
Kurikulum
berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan
|
|
Bagi
Orang tua
|
Kurikulum
berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya di rumah.
|
|
Bagi
Masyarakat
|
Kurikulum
berfungsi sebagai pedoman untuk memberi bantuanbagi terselenggaranyaproses
pendidikan di sekolah
|
|
Bagi
Siswa
|
Kurikulum
berfungsi sebagai suatu pedoman belajar
|
C.Definisi
dan Ruang lingkup Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum adlah suatu
system pengelolaan kurikulum yang koperatif,komprehensif,sistemik,dalam rangka
mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.Ada lima prinsip yang harus
diperhatikan dalam pelaksanaan manajemen kurikulum yaitu:
produktivitas,demokratisasi,kooperatif,efektivitas dan efisiensi,dan
mengarahkan visi misi dan tujuan.
D.Struktur
Kurikulum
Struktur kurikulum terdiri atas
sejumlah mata pelejaran,beban belajar,dan kalender pendidikan.Mata pelejaran
terdiri atas mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan.
E.Pengembangan
Program Tahunan
Dalam standar isi (PP nomor 22 Tahun
2006)dijelaskan bahwa kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang
pendidikan diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap
tahun ajaran.
F.Pengembangan
Progran Semester
Program semester merupakan salah
satu bagian dari program pembelajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap
topik satuan bahasan pada setiap semester.
BAB IV MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN
A.Definisi Manajemen Tenaga Pendidik dan
Kependidikan
Tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan menurut UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 5 dan 6. Tenaga kependidikana
adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untu menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Pendidik
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan
lain yang sesuai dengan kekhususan, serta berpartisipasi dalam
menyelenggarakan pendidikan.
Menurut
Endang Herawan dan Nani Hartati, (2010, 231) manajemen tenaga pendidik dan
kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik
dan kependidikan itu masuk ke dalam
organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM,
perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan
dan latihan/pengembangan dan pemberhentian.
B.Ruang Lingkup Manajemen Tenaga
Pendidik dan Kependidikan
`Sulthon
Masyhud menyebutkan riuang lingkup kegiatan manajemen personalia pendidikan di
sekolah yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Menyiapkan
tenaga kependidikan yang tepat untuk suatu tugas tertentu sesuai dengan kebutuhan.
2. Menata
personilyang ada secara efektif dan efisien.
3. Menciptakan
suasana kerja yang harmonis, bergairah kerja, aman serta nyaman
4.Mengatur
kenaikan gaji dan pangkat personil sesuai pada masanya.
5.Manajemeni
pengembanagn karir personil secara bijaksana.
6.Meningkatkan
mutu personil dengan mengadakann penataran.
7.Memelihara
kesejahteraan personil baik materi maupun spiritual.
8.Mengadakan
evaluasi terhadap prestasi personil dengan demi peningkatan atau promosi
karirnya.
9.Menata
pemutusan hubungan kerja dengan penuh kebijaksanaan.
C.Tugas Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Tugas
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang atur oleh pasal
39 ayat 1 dan 2. Tenaga kependidikan
bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan
pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan. Pendidik merupakan
tenaga professional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil belajar, melakukan pembimbingan dan pelatihan,serta
nmelakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
D.Pengembangan Guru dan Staf
Pengembangan
guru dan staf bertujuan
untuk mendayagunakan guru dan staf secara efektif dan efisien untuk mencapai
hasil optimal, namun
tetap dengan kondisi yang menyenangkan. Cara yang dapat tempuh
dengan mengikutsertakan guru dan staf pada kegiatan-kegiatan, seperti pelatihan,
penataran, seminar, workshop, pemagangan, dan pendamping yang dapat
diselenggarakan oleh lembaga pemerintah, perguruan tinggi, atau lembaga non
pemerintah.
BAB
V MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA
A.Pengertian Ruang Lingkup Manajemen
Sarana dan Prasarana
Sarana
Pendidikan adalah peralatan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang
proses pendidikan,khususnya proses belajar mengajar. Prasarana pendidikan
adalah peralatan secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan
atau pengajaran.
Manajemen
sarana dan prasarana pendidikan yakni segenap usaha yang berkaitan dengan
perencanaan pengadaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi,
penghapusan daan pengendalian secara efektif dan efisien, sehingga dapat siap
untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.Tujuannya untuk
memberikan layanan professional berkaitan dengan sarana dan prasarana
pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan
efisien.
Sarana pendidikan yang memiliki fungsi langsung terhadap
pelaksanaan PBM seperti alat pelajaran, alat peraga dan media pengajaran. Sedangkan
Prasarana pendidikan yang memiliki fungsi tidk langsung terhadapan PBM
meliputi:
1. bangunan sekolah (Tanah
halaman, lapangan, gedung, kelas ruang guru, kantor, ruang laboratorium , musholah,
kamar kecil, ruang tamu sekolah, dll).
2. prabot sekolah ( meja guru, meja siswa, kursi,
almari, rak buku, meja tamu, alat-alat kantor, alat-alat kebersihan, dll).
B.Ruang lingkup Manajemen Sarana dan
Prasarana Pendidikan
Ruang
lingkup manajemen pendidikan di sekolah yakni :
1. perencanaan
pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.
2. Mengadakan
prakualifikasi.
3.Melakukan
penyimpanan.
4.Melakukan
pemeliharaan.
5.Melakukan
inventarisasi.
6.Melakukan
penghapusan barang-barang/fasilita.
C.Pengadaan Sarana dan Prasarana
Pengadaan
sarana dan prasarana adalah hal yang wajib.Apalagi,tujuan masyarakat
menyekolahkan anaknya agar anak mereka tumbuh secara baik kognitif, afektif,
dan psikomotorik.Tanpa sarana yang baik,sekolah sulit melahirkan keluaranyang
kompeten.Sarana merupakan media atau alat untuk belajar agar pendidikan
berjalan efektif.Sistem pengadaan sarana dan prasarana yang dapat dilakukan
antara lain:
1. Dropping
dari pemerintah
2. Pengadaan
sarana dan prasarana dengan cara membeli baik secara langsung atau melalui
pemesanan terlebih dahulu.
3. Meminta
sumbangan dari wali murid atau mengajukan proposal bantuan pengadaan sarana dan
prasarana ke lembaga-lembaga sosial yang tidak memikat.
D.Tata Cara Penyingkiran atau Pemusnahan
Sarana dan Prasarana
Penyingkiran dan pemusnahan sarana
dan prasarana pendidikan di sekolah adalah kegiatan meniadakan barang-barang
milik lembaga dari daftar inventaris dengan berdasarkan perundang-undangan yang
berlaku.Syarat-syarat penghapusan barang yakni:
1.
rusak berat
2.
dengan perbaikan akan menimbulkan biaya yang besar,
3.
kegunaan tidak seimbang dengan perawatan,
4.
penyusunan berada diluar kekuasaan manusia,
5.
tidak sesuai dengan kebutuhan masa kini,
6.barang
kelebihannya yag jika disimpan lebih lama akan rusak dan tidak dapat dipakai
lagi,
7.
ada penurunan efektifitas kerja,
8.
dicuri,
9.
terbakar,
10.
diselewengkan,
11.
musnah karena bencana alam.
2.Buku II (The Handbool Of Education Management)
BAB
I MANAJEMEN PENDIDIKAN
A.
Pengertian Manajemen
Manajemen memiliki tujuh sudut
pandang,yaitu:
1. Manajemen
sebagai alat/cara
Manajemen
adalah alat atau cara untuk menggunakan orang-orang,uang, perlengkapan,
bahan-bahan dan metodesecara efektif untuk mencapai tujuan.
2. Manajemen
sebagai tenaga atau daya kekuatan
Manajemen
adalah sebuah kekuatan melalui pembuatan keputusan yang didasari pengetahuan
dan pengertian yang saling terkait dan terpadu melalui lingkungan proses yang
tepat dari semua unsur sistem organisasi dalam uatu cara yang didesain untuk
mencapai tujuan organisasi.
3. Manajemen
sebagai system
Manajemen
sebagai sistem tingkah laku manusia yang kooperatif yang diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu melalui tindakan-tindakan rasional yang dilakukan
secara terus menerus.
4. Manajemen
sebagai proses
Manajemen
adalah suatu proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yemen sebang dilakukan untuk
menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
5. Manajemen
sebagai fungsi
Manajemen
merupakan fungsi dari kepemimpinan eksklusif dari organisasi apapun.
6. Manajemen
sebagai tugas
Manajemen
sebagai tugas dari perencanaan, pengorganisasian, penstafan, dan pengawasan
pekerjaan yang lainnya agar mencapai satu atau lebih tujuan .
7. Manajemen
sebagai aktifitas atau usaha
Manajemen
adalah usaha mendapatkan sesuatu melalui kegiatan orang lain.
B. Manajemen
Pendidikan
Menurut
Usman Manajemen pendidikan adalah ilmu atau
seni mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat,bangsa, dan negara.
C . Ruang
Lingkup Manajemen Pendidikan
Manajemen
pendidikan mengelola sumber daya-sumber daya yang dimiliki oleh
organisasi.Sumber daya tersebut adalah
man(manusia),money(biaya), materials(kurikulum), methods(metode), machines(sarana dan prasarana), market(lulusan), dan minutes(waktu).
|
Manajemen Sumber
Daya/ Fungsi
|
Planning
|
Organizing
|
Actualing
|
|
Man
|
√
|
√
|
√
|
|
Money
|
√
|
√
|
√
|
|
Material
|
√
|
√
|
√
|
|
Methods
|
√
|
√
|
√
|
|
Machines
|
√
|
√
|
√
|
|
Market
|
√
|
√
|
√
|
|
Minutes
|
√
|
√
|
√
|
D. Tujuan
dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan
dan manfaat pendidikan, antara lain:
1. Terwujudnya
suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif,
dan Menyenangkan (PAIKEM).
2. Terciptanya
peserta didik yang aktif mengembangkan potendi dirinya.
3. Terpenuhinya
salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
4. Terciptanya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
5. Terbekalinya
tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi
pendidikan.
6. Teratasinya
masalah mutu pendidikan.
Fungsi Manajemen Pendidikan
Para
tokoh manajemen berbeda pendapat dalam menentukan fungsi atau bagian apa saja yang
harus ada dalam pendidikan.Namun demikian,secara umum perbedaan-perbedaan
tersebut mempunyai titik temu dalam menyebutkan fungsi manajemen,yaitu:
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan.
BAB 2 MANAJEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Menurut
Mudyahardjo (2002:3) pendidikan adalah segala situasi hidup yang memengaruhi
pertumbuhan individu. Pengertian ini menyiratkan bahwa pendidikan telah diulai
sjak manusia berada di muka bumi, atau bahkan sejak dalam kandungan. Adanya pendidikan
adalah setua dengan adanya kehidupan manusia.
B. HAKIKAT PENDIDIKAN NASIONAL
1.
Manusia adalah homo sapiens.
2.
Manusia adalah animal rational.
3.
Manusia adalah homo laquen.
4.
Manusia adalah homo faber.
5.
Manusia adalah zoon politicon.
6.
Manusia adalah homo economicus.
7.
Manusia adalah homo politicus.
8.
Manusia adalah homo religious.
9.
Manusia adalah homo educadum and homo educable.
C. VISI PENDIDIKAN NASIONAL
Terwujudnya
sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk
memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang
berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
D. MISI PENDIDIKAN NASIONAL
Menurut
undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, misi
pendidikan nasional yaitu:
1.
mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang
bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.
membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak
usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
3.
meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk
mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
4.
meningkatkan keprofeionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat
pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sika[, dan nilai
berdasarkan standar nasioanal dan global.
5.
memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
E. JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
Jalur
pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi
diri dalam suatu proses pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan. Jalur pendidikan
terdiri pendidikan formal, nonformal, informal.
Jenjang
pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat
perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang
dikembangkan. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar,
pendidikan menengah, pendidikan tinggi.
Jenis
pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan
suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan, mencakup pendidikan umum, kejuruan,
akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
BAB III DINAMIKA KEBIJAKAN KURIKULUM DI INDONESIA
A.PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum
menurut UU sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dijelaskan sebagai seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan
dan silabus pada setiap satuan pendidikan.
B. DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
1. KURIKULUM PENDIDIKAN PRA KEMERDEKAAN
Pendidikan
pada masa kolonial : pertama, sekolah kelas dua yang diperuntukan bagi anak
peribumi dengan lama pendidikan tiga tahun. Kurikulum yang diajarkan meliputi
berhitung, menulis, dan membaca. Kedua, sekolah kelas satu yang diperuntukan
bagi anak pegawai pemerintahan hindia belanda. Lama pendidikan empat tahun,
kemudian lima tahun, fsn terakhir tujuh tahun. Kurikulum yang diajarkan
meliputi ilmu bumi, sejarah, dan ilmu hayat.
Pada
pendidikan menengah didirikan gymnasium yang siswanya hanya golongan ningrat. Masa
berlajar pendidikan ini berlangsung selama tiga tahun. Mata pelahjaran yang
diajarkan meliputi bahasa belanda, bahasa inggris, ilmu hitung, aljabar, ilmu
ukur, ilmu alam, ilmu hayat, ilmu bumi, sejarah, dan tata buku. Kemudian pendidikan
ini berubah menjadi MULO yang lama pendidikan empat tahun.
Adapun
jenjang tau tingkat atas, belanda mendirikan AMS. Lama pendidikan ini selama
tiga tahun yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian A spesifiknya adalah ilmu
kebudayaan yaitu ilmu kesastraan timur dan klasik barat. Adapun bagian B
spesifiknya adalah ilmu pengetahuan kealaman yang meliputi ilmu pasti atau ilmu
alam.
Pada
tingkatan rendah jepang mengganti pendidikan kolonial belanda dengan sebutan
kokumin gako dengan lama pendidikan enam tahun. Kurikulum pendidikan ini lebih
menitikberatkan pada olahraga militer yang bertujuan untuk membantu pertahana
jepang.
2. KURIKULUM PENDIDIKAN PASCA KEMERDEKAAN
Pasca-Kemerdekaan,
kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami beberapa fase perubahan yaitu pada
tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, dan kurikulum tahun 1994. Pada masa
reformasi, perubahan kurikulum terjadi pada tahun 2004, 2016, dan 2013. Perubahan
tersebut merupakan bentuk respon dan perkembangan terhadap berbagai perubahan
yang dihadapi baik dalam sistem sosial, politik, budaya, ekonomi dan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
a.
kurikulum 1947
awal
terbentuk kurikulum 1947, namanya adalah rencana pembelajaran 1947 atau dikenal
dengan sebutan leer plan. Pada masa tersebut siswa lebih diajarkan kepada cara
bersosialisasi terhadap masyarakat. Aspek afektif dan psikomotorik lebih
ditekankan dengan pengadaan pelajaran kesenian dan pendidikan jasmani. Penekanannya
adalah menumbuhkan rkesadaran bela negara.
b.
kurikulum 1952
pada
masa ini kebutuhan peserta didik akan ilmu pengetahuan lebih diperhatikan, dan
satuan mata pelajara lebih diperincikan. Namun peserta didik sebagai objek dan
guru sebagai subjek dalam mentransfer ilmu pengetahuan.
c.kurikulum
1964
kurikulum
1964 adalah pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan
akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan
pada progra, Pantja Wadhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa,
karya, dan moral.
d.
kurikulum 1968
pada
pendidikan ini Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan
dasar, dan kecakapan khusus. Muatan materi pembelajaran bersifat teoritis,
tidak mengaitkan dengan faktual lapangan.
e.
kurikulum 1975
pada
kurikulum ini peran guru lebih penting karena setiap guru wajib membuat
perincian tujuan yang ingin dicapai setiap guru harus secara detail
merencanakan pelaksanaan program belajar mengajar.
f.
kurikulum 1984
kurikulum
ini mengusungkan process skill approach. Kurikulim ini lahir sebagai perbaikan
dari kurikulum sebelumnya.
g.
kurikulum 1994
tujuan
pembelajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan
soal dan pemecahan masalah. Sekolah harus mampu menyiapkan tenaga kerja yang
terampil yang dibutuhkan industri. Sebaliknya, industri juga harus berseinergi
dengan lembaga pendidikan.
C. KEBIJAKAN KURUKULUM 2013
Titik
tekan pengembangan kurikulum 2013 ini adalah penyempurnaan pola piki, penguatan
tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses
pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian
antara apa yang diinginkan dan apa yang dihasilkan.oleh karena itu,
implementasi kurikulum 2013 yakni sebagai langkah strategis dalam menyiapkan
dan menghadapi tantangan globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa
depan.
D. ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013
1. strandar kompetensi lulusan (SKL)
2.
standar isi (SI)
3.
standart proses
4.standar
penilaian
Bidang-Bidang
Garapan Pengelolaan Sekolah/Madrasah
1. Pengelolaan
Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan
tertentu.Adapun prinsip-prinsip dalam melaksanakan pengelolaan
kurikulum,sebagai berikut:
·
Produktivitas
·
Demokratisasi
·
Kooperatif
·
Efektivitas dan efisien
·
Mengarahkan visi,misi
dan tujuan
Proses
tersebut terdiri dari empat unsur atau komponen kurikulum
·
Tujuan
·
Isi dan metode
·
Penilaian
·
Balikan
2. Pengelolaan
Peserta Didik
Tahapan
pengelolaan pesrta didik yaitu:
·
Analisis kebutuhan
peserta didik,yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh sebuah lembaga
pendidikan.
·
Rekrutmen peserta
didik,yaitu proses pencarian, menentukan, dan menarik siswa yang mampu untuk
menjadi peserta didik di lembaga pendidikan.
·
Seleksi peserta
didik,yaitu kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima
atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan
tertentu.
·
Orientasi peserta
didik,yaitu kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan
kondisi lembaga pendidikan tempat mereka menempuh pendidikan.
·
Penempatan pesrta
didik,yaitu proses penempatan dan pengelompokan kelompok belajar.
·
Pembinaan dan
pengembangan peserta didik,yaitu pembinaan dan pengembangan terhadap pesrta
didik.Pembinaan ini setidaknya harus mampu mengarahkan peserta didik sesuai
visi,misi dan tujuan pendidikan berdasarkan potensi.
·
Pencatatan dan
pelaporan,yaitu sebagai database, dokumentasi,dan evaluasi atas kegiatan
pendidikan yang dilakukan.
·
Kelulusan dan
alumni,yaitu kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik.
3. Pengelolaan
Pendidik dan Tenaga Pendidikan
UUSPN
Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidik adalah
tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong
belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang
sesuai dengan kekhususannya,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan
pendidikan.Adapun tenaga kependidikan adlah anggota masyarakat yang mangabdikan
diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Pendidik
bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat,terutama bagi pendidik pada perguruan
tinggi.Tenaga kependidikn bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses
pendidikan.Proses pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi
langkah-langkah,sebagai berikut:
·
Perencanaan
·
Seleksi
·
Pembinaan dan
pengembangan
·
Penilaian
·
Kompensasi
·
Pemberhentian
4. Pengelolaan
Keuangan
Pembiayaan
atau pendanaan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah,
pemerintah daerah, dan masyarakat.Dalam rangka memenuhi tanggung jawab
pendanaan tersebut, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengarahkan
sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dikelola
berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas
publik.Pembiayaan pendidikan dalam system pendidikan nasional sebagaimana yang
diataur dalam peraturan pemerintahan No.48 Tahun2008 tentang pendanaan
pendidikan,meliputi: biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan dan
pengelolaan pendidikan, dan biaya pribadi peserta didik.
5. Pengelolaan
Sarana Prasarana Pendidikan
Sarana
pendidikan adalah segala sesuatu yang meliputi peralatan dan perlengkapan yang
langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti gedung, ruangan,
meja, kursi, alat peraga, dan buku pelajaran.Prasarana adalah semua komponen
yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar di sebuah
lega pendidikan,seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah,dan tata tertib
sekolah.
Pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menata,mulai dari merencanakan
kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, dan
penghapusan serta penataan lahan, bangunan, pelengkapan dan perabot sekolah
secara tepat guna dan tepat sasaran.
BAB III
PEMBAHASAN
1.Pembahasan Isi Buku
A.1
Pembahasan tentang Manajemen Pendidikan
Dalam buku wajib pada halaman 16
dituliskan bahwa manajemen pendidikan memiliki pengertian yaitu ilmu yang
mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien.Sedangkan dalam buku pendamping pada halaman 5 dituliskan
bahwa manajemen pendidikan adalah seni atau ilmu mengelola sumber dya
pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengenalian diri , kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan
negara.
A.2 Pembahasan Tentang Unsur-Unsur
Manajemen
Dalam buku wajib pada halaman 2 di
tuliskan unsur-unsur manajemen terdiri dari 6M,yaitu man, money,method, machine, materials dan market.Sedangkan pada
buku pendamping pada halaman 13 tertulis unsur-unsur manajemen terdiri dari
7M,yaitu man, money, materials, methods,
mahines,market, dan minutes.
A.3 Pembahasan Mengenai Pengertian
Kurikulum
Dalam buku wajib pada halaman 63 di
tuliskan pengertian kurikulum adalah sejumlah mata pelejaran yang harus
ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk
memperoleh penghargaaan dalam bentuk ijazah.Sedangkan dalam buku pendamping
pada halaman 186 dituliskan pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
A.4 Pembahasan Mengenai Prinsip
Kurikulum
Dalam buku wajib pada halaman 72-73
dituliskan ada lima prinsip kurikulum, yaitu: produktivitas, demokrasi,
kooperatif,efektifitas dan efisiensi, dan mengarahkan visi misi dan
tujuan.Sedangkan pada buku pendamping pada halaman 187 dituliskan ada lima
prinsip kurikulum,yaitu: produktivitas, demokrasi, kooperatif,efektifitas dan
efisiensi, dan mengarahkan visi misi dan tujuan.
A.5 Pembahasan Mengenai Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
Dalam
buku wajib pada halaman 95 dan buku pendamping pada halaman 193.Pendidik adalah
tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong
belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang
sesuai dengan kekhususannya,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan
pendidikan.Adapun tenaga kependidikan adlah anggota masyarakat yang mangabdikan
diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
A.6
Pembahsan Mengenai Tugas Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dalam buku wajib pada halaman 104
dan buku pendamping pada halaman 193-194. Pendidik bertugas merencanakan dan
melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan
bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat,terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.Tenaga kependidikn
bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan
pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.
A.7 Pembahasn Mengenai Mnajemen
Sarana dan Prasarana
Dalam
buku wajib pada halaman 117-118. Sarana Pendidikan adalah peralatan yang secara
langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan,khususnya proses belajar
mengajar.Prasarana pendidikan adalah peralatan secara tidak langsung menunjang
jalannya proses pendidikan atau pengajaran. Manajemen sarana dan prasarana
pendidikan yakni segenap usaha yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan,
pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, penghapusan daan
pengendalian secara efektif dan efisien,sehingga dapat siap untuk menunjang
kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.Tujuannya untuk memberikan
layanan professional berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan agar
proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien.
Sedangkan
dalam buku pendamping pada halaman 197-198. Sarana pendidikan adalah segala
sesuatu yang meliputi peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam
proses pendidikan di sekolah, seperti gedung, ruangan, meja, kursi, alat
peraga, dan buku pelajaran.Prasarana adalah semua komponen yang secara tidak
langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar di sebuah lega pendidikan,seperti
jalan menuju sekolah, halaman sekolah,dan tata tertib sekolah.Pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menata,mulai dari merencanakan
kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, dan
penghapusan serta penataan lahan, bangunan, pelengkapan dan perabot sekolah
secara tepat guna dan tepat sasaran.
B.Kelebihan
dan Kekurangan Buku
1. Dari segi aspek, tampilan cover,
desain isi maupun tulisan
Kelebihan
buku wajib, tampilan cover dan desain isi maupun tulisan menarik.Ukuran buku
juga tidak terlalu besar sehingga mudah untuk dibawa.
Kekurangan
buku wajib, gambar yang ada di buku tersebut tidak berwarna itu menjadikan
gambar tersebut sedikit tidak jelas.
Kelebihan
buku pendamping, tampilan cover dan desian isi maupun tulisan menarik kertas
yang digunakan juga kualitas yang baik.
Kekurangan
buku pendamping, Ukuran buku terlalu besar jadi sedikit susah untuk dibawa.
2.Dari Segi Isi Buku
Kelebihan
buku wajib yaitu bahasa yang digunakan
mudah dimengerti.Dan juga terdapat contoh dari setiap pembahasan.
Kekurangan
nuku wajib yaitu terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif.
Kelebihan
buku pendamping yaitu bahasa yang digunakan mudah dimengerti.
Kekurangan
buku pendamping yaitu tidak ada contoh dalam pembahasannya.
BAB IV
PENUTUP
1.
.Kesimpulan
Manajemen adalah ilmu atau seni yang mengatur
prose pemanfaatan sumber daya manusi dan sumber-sumber lain secara efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam pendidikan juga harus ada namanya
manajemen pendidikan yang bertujuan untuk mengatur dan menjalankan pendidikan
sesuai dengan tujuan pendidikan dan berjalan secara efektif dan efisien.
2. .Rekomendai Untuk Perbaikan Buku
Lebih
di perhatikan lagi kalimat-kalimat yang ada di dalam buku agar tidak ada lagi
kalimat yang tidak efektif.Dan disetiap pembahasan diberikan contoh agar
pembaca lebih mengerti tentang arah pembicaraan penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin,Muhammad dan Elfrianto.(2017).Manajemen Pendidikan Masa Kini.Medan:UMSU
PRESS
Machali,Imam dan Hidayat,Ara.(2018).The Handbook of Education Management.Jakarta:Prenadamedia
Group
Komentar