Ana Uhibbuka Fillah BAB 3
Minggu siang, Raesha membatalkan janjinya yang akan datang ke klub menulis. Ia pergi mengunjungi Panti Asuhan. Kemarin, ia tidak sengaja bertemu dengan Windy, temannya yang suka korea, sama seperti Dira. Windy bilang panti itu didirikan oleh beberapa alumni dari SMPku dulu. Termasuk Windy, Dira, Fahri, Ridho, Gita, Aji dan lainnya yang tidak bisa ku sebutkan satu per satu. Semuanya ada 20 orang. Dan aku ingin mengunjungi panti itu, bukan karena ingin bertemu Fahmi, tapi karena aku suka kegiatan sosial. Motor yang ku kendarai berhenti dialamat yang diberikan Windy. Tempat itu cukup besar. Ada banyak pohon rindang, terlihat bersih dan rapi, tempat ini ditutupi pagar yang cukup tinggi. Dari luar pagar aku dapat melihat, ada banyak hiasan dari origami yang digantung di pohon, juga ada lukisan-lukisan alam, aku tertarik untuk bergabung disini. Tapi kenapa tempat ini tampak sunyi? Ku hubungi Windy dengan nomor yang diberikannya kemarin. Tersambung. “Halo” sapa Wind...