Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Ana Uhibbuka Fillah BAB 3

Gambar
Minggu siang, Raesha membatalkan janjinya yang akan datang ke klub menulis. Ia pergi mengunjungi Panti Asuhan. Kemarin, ia tidak sengaja bertemu dengan Windy, temannya yang suka korea, sama seperti Dira. Windy bilang panti itu didirikan oleh beberapa alumni dari SMPku dulu. Termasuk Windy, Dira, Fahri, Ridho, Gita, Aji dan lainnya yang tidak bisa ku sebutkan satu per satu. Semuanya ada 20 orang. Dan aku ingin mengunjungi panti itu, bukan karena ingin bertemu Fahmi, tapi karena aku suka kegiatan sosial. Motor yang ku kendarai berhenti dialamat yang diberikan Windy. Tempat itu cukup besar. Ada banyak pohon rindang, terlihat bersih dan rapi, tempat ini ditutupi pagar yang cukup tinggi. Dari luar pagar aku dapat melihat, ada banyak hiasan dari origami yang digantung di pohon, juga ada lukisan-lukisan alam, aku tertarik untuk bergabung disini. Tapi kenapa tempat ini tampak sunyi? Ku hubungi Windy dengan nomor yang diberikannya kemarin. Tersambung. “Halo” sapa Wind...

AnaUhibbukaFillah Bab2

Gambar
Bab 2 Happy Reading guys..:) 3 bulan kemudian S udah 3 bulan sejak kepulangan dari Surabaya aku tak menerima satu email pun dari Kak Fahri. Email yang ku coba kirim padanya tidak ada yang dibalas. Klub menulis cukup sunyi tanpanya. Mendadak aku merasa kehilangan, tapi aku tidak tahu arti kehilangan ini. Ku buka kembali email dari laptop, masih berharap ia akan membalas pesan-pesanku. Hasilnya masih tetap sama,   kosong. MuhammadFahmi   (tanpa subjek) Assalamualaikum.. Apa ini? Dari mana Fahmi menemukan emailku? Ku coba memutar otakku untuk mengingat-ingat dari mana Fahmi mendapatkannya. Aku bukan orang yang senang membagikan sosial mediaku ke orang-orang. Akhirnya, ku putuskan untuk membalas pesan dari Fahmi. Waalaikumsalam..             Tau dari mana emailku?” Fakta yang cukup mengejutkan untukku, ia langsung membalas pesanku dalam waktu kurang dari 2 menit. Dari b...